Proses itulah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam kehidupan sehari-hari. Proses ber-IQRO.
“Namun yang perlu kita fahami dan jadi renungan serius, bahwa antara masing-masing tahapan itu ada jarak yang harus kita perjuangkan dari thapan satu ke tahapan berikutnya.” Dan diantara kita ada yang berhasil, ada juga yang tidak.
Contoh : Pasti diantara kita ada yang sudah mengetahui tentang arti sebuah surat di dalam Al-Qur’an, namun belum sampai memahami benar tentang isi kandungan surat itu. Karena disana ada jarak. Juga ada yang sudah memahami tentang surat itu tapi belum mampu menghafalkan. Lalu ada yang sudah mampu menghafalkan, namun sayang kita belum mampu mengamalkan. Serta ada yang sudah mampu mengamalkan, namun ternyata belum mampu menda’wahkan.
Kita sama-sama menyadari, bahwa memang terasa cukup berat menaiki tahapan demi tahapan, terutama dari tahapan pemahaman menuju pengamalan dan dari tingkat pengamalan menuju tingkat menda’wahkan. Karenanya mari kita saling bahu membahu agar mampu menempuh jarak demi jarak, tahapan demi tahapan IQRO.

1 komentar:
tulisannya bagus mas
Posting Komentar